Tuesday, 9 April 2013

Sosok Ida


Ajakan

Ida
Menembus sudah caya
Udara tebal kabut
Kaca hitam lumut
Pecah pencar sekarang
Di ruang tengah lapang
Mari ria lagi
Tujuh belas tahun kembali
Bersepeda sama-gandingan
Kita jalani ini jalan
Ria bahgia
Tak acuh apa-apa
Gembira-girang
Biar hujan datang
Kita mandi-basahkan diri
Tahu pasti sebentar kering lagi

1943

*******************************************************


Aku mau bebas dari segala
Merdeka
Juga dari Ida
Pernah
Aku percaya pada sumpah dan cinta
menjadi sumsum dan darah
seharian kukunyah – kumamah
Sedang meradang
segala kurenggut
ikut bayang
Tapi kini
Hidupku terlalu tenang
selama tidak diantara badai
kalah menang
Ah ! Jiwa yang menggapai-gapai
mengapa kalau beranjak dari sini
kucoba dalam mati


*********************************************************

Kau laki-laki setia Chairil.
Kau laki-laki setia.

Dari sajakmu yang ku jejak, 
ada gadis yang kau kejar-kejar 
yang kau hikayatkan dalam sajakmu.

Paling berkesan pada aku,
Ida.
Mungkin kerana kau dan dia 
miliki kehebatan intelektual.
Sama taranya. 


''Bagaimana?
Kalau IDA, mau turut mengabur
Tidak samudra caya tempatmu menghambur.''

Entah, memang wujud benar sosok Ida
atau itu cuma imajinasi nakal Chairil?

Entah.Dari pembacaan aku
Ida wujud. Ada yang bilang Ida
cuma sekadar imajinasi Chairil.
Entahla.

Antara Chairil dan ida mungkin ada hubungan romantis.

"Bersepeda sama-gandingan"

Menelan nikmat berdua bersendiri.
Chairil mulai membuka rahasianya.
Disitu dua jiwa itu padu.

 “Ida cengkam lenganku, mata Ida bersinar-sinar”

Chairil sudah mulai asyik.
Kemesraan romantis terwujud.
Kerana bersangkutan jiwa.

Tapi sejauh mana hubungan mereka???
Arghhh, aku jadi ingin tahu.
Tapi sumber pembacaan aku terhad.


Sudahla.




No comments:

Post a Comment