Friday, 31 May 2013

Kepikiran lagi


Dan saat malam sesepi ini jiwa relai mulai mencicip rasa.
Jasad mulai berseteru celaka.

Aku kepikiran ini;

Bila penderitaan telah diucapkan, dia bukan merupakan penderitaan lagi. Dia hanya fantasi.
-Pramoedya Ananta Toer-

Pada akhirnya penderitaan yang diucapkan itu hanyalah sebuah fantasi. Cerita lama;basi.

Senyum dan tenang.



Thursday, 30 May 2013

Selamat menjadi tunangan orang


Ke majlis pertunangan kawan.
Yang ini sajala yang aku sempat datang.
Tahniah. Aku hanya mampu tumpang kebahgiaan kalian.
Selain datang meringankan tulang. 
Aku memang rajin kalau ke majlis.
Apatah lagi di majlis tunangan/nikah.
Aku cuma ambil berkat kalian.
Siapa tahu. Esok hari aku.
Konon!


Bagi menghormati kalian berdua, 
maka aku hanya meng-upload gambar ini saja. 
Moga selamatlah semuanya. 




Wednesday, 29 May 2013

bunga nan layu


Biarlah untuk kali ini
aku mudahkan segala kerumitan yang ada;
bahwa sesungguhnya kau sudah
melupakan aku dengan sempurna dan tanpa cela.

Dan untuk kali terakhirnya
tak akan aku bicarakan lagi tentangnya
kerana selagi bisa aku kenang setiapnya
ia tidakkan wujud seperti mekarnya saat pertama.

Dan pada senja yang muram
kekinian ini kau bukan lagi lelaki-ku
kerana cinta dan janji telah lama karam
di lautan hatimu.

Demikianlah
aku hanyalah sekuntum bunga nan layu
terbaring di tanah.



p/s : pada senja yang muram bersama awan menghitam aku oleskan kata-kata yang mencabar cinta dan janji.Hmmm..



Tuesday, 28 May 2013

sebenarnya banyak hal yang ingin aku kisahkan disini tapi kehendak mengatasi rasional akal...


jadinya,
diam,simpan dan hadam.
hadapi saja.
jalani saja.
senyum.


Bak kata Pak Goenawan:

''kita tak tahu sampai kapan perjalanan itu usai.''


Esok 29.05.2013 maka genaplah 13 tahun pemergian Bundaku tercinta.
Aku hilang kata-kata bunda.
Maaf.



laki-laki dan sa-sa-orang


Sambil membaca buku sayap-sayap patah dari Kahlil Gibran (petang tadi) lagu She's Gone menusuk lembut masuk terus ke rongga-rongga jiwa. saraf-sarafku mencucuk kesakitan lantas mencicip rasa-rasa celaka.Hmmm...keliru sendiri.Sebenarnya bukan rasa-rasa celaka 'aku' tapi seorang laki-laki.

Sefa.

Laki-laki yang aku kenal saat pertama jumpa ketika event puisi suatu petang di sini sekitar Shah Alam. Ketika itu dia sedang duduk tidak jauh dari tempat aku melabuhkan punggungku. Sebaris. Usai menghayati dengar puisi2 yang lain di ucap sajakkan, dia ke hadapan. Terkesima aku memandang dia saat itu. Alis wajahnya tak tumpah dengan laki-laki pertama yang hadir dalam hidup aku. Sayu. Berkulit putih,berkaca mata, bermata sedikit kuyu dan serendah kira-kira 170.Dia tampil ke hadapan untuk 'performance art'. Lenggok tubuhnya,mimik mukanya dan jiwa yang dia letakkan semasa persembahannya. Aku cuma perhati diam. Usai performance art dia, sempat aku bertanyakan ''sedang ambil course apa'' dan perbualan kami terhenti setakat soalan yang aku ajukan.

Event seterusnya. Dia ada. Kali ini sedikit ekstrem psembahannya. Dia mengisahkan kisah-kisah cintanya bukan sahaja melalui puisi yang dia hasil cipta dalam zine sa-sa-orang tapi dia melakon tayang kisah cintanya.Aku faham benar isi hati dia ketika itu.Dari riak wajah itu,mata yang mengundang tittisan jernih itu aku faham benar. Betapa dia terhimpit sesak dengan perasaan kecewanya. Aku hayati dia. Jiwanya. Sebelum aklu pulang, aku sempat bertanyakan dia. ''Kenapa kamu tak letakkan saja 'ego' dalam performance kamu tadi?Bukankah laki-laki ini punya ego meninggi?Kenapa perlu kamu menangis sendirian begitu?'' agak beremosi juga persoalan aku tu. Jawapannya mudah. ''Mungkin kerana masa saya bercinta saya sangat lembut.'' Aku cuma diam. Perbualan diteruskan dengan soalan2 tipikal dan dia menjawab rasional. Sefa! Hmm.

Selepas daripada event tersebut, aktiviti rancak di halaman sosial pula.Twitter. Tempat aku mencarut kisah hidup yang tak sudah. Merabak jiwa dengan puisi2 hambar. Aku follow twitter dia. Setiap tweet dia dalam sehari tak lepas kalau tidak dia kenang cintanya itu. Kadang sedih. Pilu. Lucu. Serius. Hambar. Semuanya.

Dan. Aku sengaja narasikan ini di setiap tweet aku. Aku tahu dia baca. Tapi senyap. Favourite tweet. bermakna dia baca stiap apa yang aku updatekan. Maaf sefa.


Lelaki.Seribu wanita bisa dia tiduri namun sulit untuk dia temukan cinta yang tepat pada jiwanya,sama sperti yang pertama.Dia boleh saja miliki kau perempuan, tapi sulit untuk dia terima kewujudan kau dalam hati dia dengan mudah menggantikan yg pertama.Meski pun dia tahu yang pertama itu sudah beralih paksi.Namun secebis harapan itu masih ada.Dan untuk setiap harapan itu makanya dia sanggup menunggu.Kenapa kalau seribu tahun harus dia tunggu.Hmmm..hiduplah lelaki dalam teka teki.Hiduplah.

Moga kau terus bertabah Sefa.
Dan laki-laki yang jiwanya juga dekat dengan aku.

Saat malam mendatang, pandangilah kerdipan bintang
rasakanlah belaian kasih sayang dari Tuhanmu.


Kahlil Gibran



Aku akan jadikan 
JIWAKU 
sampul untuk jiwamu
DAN HATIKU SUAKA
untuk hatimu
DAN DADAKU
pusara untuk
DUKAMU

-kahlil gibran-




Friday, 24 May 2013

Kenapa



Berhijab maya sosok aku.
Namun bukan perawan pilihanmu.
Andai benar kalammu sejujur niat,
kenapa dipilih sosok telanjang dia?

Bangsat!



Thursday, 23 May 2013

Galau Sore


Sore ini aku tinggalkan tangisan yang meluap
titah kalam yang menjelaga kubiar terbang
bersama angin berlalu.

Aku terjelupuk sendirian tidak bisa meneka
bahkan tak mampu bertanya sejujur bicara
Apakah setiap waktu yang bertambah
semua datang dan pergi bersama arah?

Kupandang alih wajah nan pilu
Mahu aku khabarkan 
kepada langit merah menjingga

Derap kakiku menghaus
Meski bernanar jalan jasadku tembus
Bersama angin debu menghembus
Begitulah aku
Terkadang terlihat
Terkadang hilang

Galau sore pergilah
Malam pun gelap sewajarnya
Hanya Dia pasti tak tuli
Mendengar jerih jelik seorang aku.

Shah Alam

Wednesday, 22 May 2013

Sajak Suara-Widji


sesungguhnya suara itu tak bisa diredam

mulut bisa dibungkam
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku
suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diamaku
siapkan untukmu: pemberontakan!
sesungguhnya suara itu bukan perampok
yang ingin merayah hartamu
ia ingin bicara
mengapa kau kokang senjata
dan gemetar ketika suara-suara itu
menuntut keadilan?
sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
ialah yang mengajari aku bertanya
dan pada akhirnya tidak bisa tidak
engkau harus menjawabnya
apabila engkau tetap bertahan
aku akan memburumu seperti kutukan

Widji Thukul

Epilog Cinta



Lelakiku

Kurasakan sepi tanpa suaramu. Bunyi angin lalu meniup kencang dedaun itu bagai membawa bayang yang tak tertafsir. Tetapi aku tetap sedar bahwa aku tetap tidak disisi. Semenjak hari itu, kini dan mungkin selamanya. Dan hari ini terbukti tiada jodoh antara kita. Sudah saatnya aku membawa haluanku. Aku harus bangun dari segenap kesepian yang menghujam dada. Walau tiada lagi insan yang mampu menjadi pendengar untk setiap luahan kepiluan hatiku. Dan setiap episod kehidupan yang aku lalui, ku harungi bersendirian. Terserah Tuhan membawa kemana hala tuju aku.  Harus kau tahu bahwa aku sudah mulai lemas dalam lautan rindu. Betapa getirnya hatiku merentas lautan dalam merinduimu, betapa hatiku luka berdarah mengharungi hidup tanpamu. Lenalah lelakiku, kiranya kau bahgia disamping dia maka begitulah hatiku meski denai hati ini masih terpalit cebis wajahmu. Meski kini aku akui, hanya figurmu masih tersisip jauh dalam hatiku.

Ya Tuhan, aku terlalu mencintainya.
Sedarkan aku Ya Tuhan.
Sedarkan aku bahwa dia sudah menjadi hak abadi pemilik lain.
Mengapa semua perasaan ini hinggap dihatiku?
Bantu aku membenam cinta ini Ya Tuhan.




Sunday, 19 May 2013

Puisi Dua Pagi



Di angka dua ini,
teringat sang pria menarik pimpin lembut sang aku.
Saat sosok-sosok milik kami
disembur jijik air racun water cannon.
Dan saat kesatria berbaju biru
menembak gagah gas pemedih mata.

Siapa dia sang pria?

p/s : ini aku narasikan buat sang pria yang aku nda kenal langsung kelibatnya masa BERSIH3. Berketinggian 175 barangkali dan berkulit putih..hanya matanya sempatku tatap.Lupa kirim pesan, terima kasih.




Saturday, 18 May 2013

Masa aku berkenan ke dia dulu,aku...



''Harap kau sudi mendengar deruan hujan jiwaku...''

Aku nampak kelibat AG dalam muzik video ni.
Teingat pulak masa pertama kali aku berkenan main gitar.
Masa tu muda lagi.
Aku nampak abang aku main. Nampak macam cool.
Aku jeling pandang gitar abang aku.
Aku cuba main. Sumbang.
Aku cuba. Cuba. Cuba. SUMBANG!

''Kau perempuan jangan ada hati mau main gitar!''
Ayat sentap dari seorang abang yang ignorant.
Aku tabahkan hati.
Kendian adik lelaki aku main.
''Ajar aku main gitar.''
''Kau pegila tolong buat kerja di dapur sana.Jangan sibuk sini.''
Ayat puaka dari seorang adik lelaki.

Okay tak apa.
Tunggu semua senyap.
Aku curi ambil gitar adik lelaki aku.
Masuk bilik.
Buka you tube.
Belajar strumming slowly *bajet Yuna*

''Ida!!!Kau jangan mengada-ngada main gitar tengah malam.Aku putuskan jugak tali gitar tu nanti!''
Suara merdu dari seorang makcik garang bermata besar.
Okay tak apa.
Aku cuba lain hari.

Itu ja.
Tapi ada satu hari,abang aku mula terbuka.
Dia ajar sedikit demi sedkit.
Lepas tu aku usaha sendiri.
Buka you tube dan petik dan petik.
Kaku gila jemari. 
Sampai sekarang.Hmmm...

Itu ja.

Lagu paling aku gemar.
Hmmm,bukan takat lirik, tapi music arrangement.
Ada AG Coco. Ahh,kacak la dia tu.
 Itu ja.

Friday, 17 May 2013

Ini perasaan paling dalam



Kehadapan Mei.

Bermacam perihal yang berlaku atas kehendak-Nya. Aku terpaksa menerima pahit takdir ini biarpun kecewa dengan ketentuan. Puas aku membujuk hati bahwa disisi insan ada Tuhan. Tetap tidak bisa mengembali wujud insan yang aku sayang. Semuanya sudah tertulis. Begitu payah pasrah terima.

Semenjak pemergian Bunda, akal waras ini hilang kewajaran.
Jasad mengering mati kelaparan.
Saat itu aku merasakan langkah ini kian kaku.
Arteri-arteri yang meluru ke jantung seakan terputus.
Dan tiada lagi bahasa yang mampu aku fahami.

Gerimis mulai turun kesedihan.
Tanda hubungan dunia sudah terputus.
Aku  kesepian kesendirian.
Hanya alunan mersik suara alam
pengubat hati yang berkecamuk.

Dan menjejak dewasa ini
Figurmu bunda sudah bermukim lama di lubuk hati
Kekal ia disitu meski takdir menyatakan bunda sudah pergi.
Kekosongan,kesuraman dan kekusutan ini
mengajar aku bahwa hidup ini hanya bukan ada bahgia.

Doaku bunda tidak pernah putus.
Inshaa Allah.






Thursday, 16 May 2013

Beginilah hidup tetamu datang tetamu pergi.


Tadi aku apdet tuiter.

''Beginilah hidup.Tetamu datang tetamu pergi. :') ''

Rumet aku dah packed barang-barang beliau. Dan aku terjerit sana sini. Aku malas melayan perasaan sedih  dan sebak aku yang makin tak tertahan rasa. Aku perhati jauh dari luar kamar kami. Ahh,sumpah ini perasaan celaka aku cakap. Dalam hidup, aku paling tak suka perpisahan. Aku benci. Tapi itu yg aku selalu dapat.

Barangkali Tuhan sengaja.Barangkali.
Supaya aku belajar bahwa hidup ini kita hanya boleh bergantungan dengan Dia. Dia. Hmm...

Masing-masing bakal membawa haluan hidup bersama nasib yang tak ketahuan. Dan aku? Masih disini mengharap yang belum pasti. Mahu macam mana, mau tidak mau aku tiada pilihan. Tapi sebenarnya aku ada pilihan. Cuma aku yang memilih untuk hidup sesukar ini.

Ahh,sebenarnya sebak.

Ketak..ketak..ketak..bunyi keyboard ni.
Tsk..tsk..tsk..sebak.




1:43 pagi yang kelaparan;disini aku narasi-kan.


















Diorang kata gua kurus.
Woi,apa korang ke kasik aku duit makan nak kata aku kurus
Tapi memang pon.Kiraan BMI aku dah tak stabil.
Banyak memikir ni.Entahla.
Tapi perut yang lapar ini harus diisi.
Heh!



Blusher kau tebal sebelah-lah Ida!


Entahlah.Tadi aku ke pasar malam dan aku merancang nak beli ayam percik.Entah kenapa aku beli air tebu dua cup. Kawan aku kata ''blusher kau tebal sebelah'' betapa aku malu sbenarnya. Abang jual air tebu tu pon pelik memandang aku. Amatur apa kau expect?Lagi pula aku serabut project paper aku banyak kena betulkan semula sebelum dibukukan. Ini punca terbesar mengapa aku mencarut begini. Dan aku rasa macam celaka jugakla. Ayam percik aku tak dapat. Project paper kena betulkan semula. Masalah blusher tebal sebelah. Oh ini memang celaka dan puaka. Amatur tak amatur. Kau ni pesen nak ikut orang pakai itu pakai jugak kemudian tak boleh nak adapt dekat diri kau kau paksa konon nak sama tarakan dengan orang lain.

Hey!Kau lupa cermin ke apa?Boleh sedar diri tak?

Hey!Kau ni, aku sedang mencuba untuk mnjadi apa yang orang lain mahu.

Hey!Kau ni mencarut apa?Ayam percik dengan project paper lepas tu apa kaitan dia dengan blusher?

Hey!Puaka betol korang ni.Aku lapar la gile!Aku serabut natang project tu.

Tang blusher tu aku cuma celaru identiti.Apa bangsat sangat korang ni.

Ayam percik tu aku merancang saja nak beli.Bukannya aku gian gila meroyan nak makan.

Air tebu?

Ahhh,bodohlah,Kau diam boleh tak?

Pergi berambus!


Kisahnya,aku cuma melontarkan kemarahan aku dekat sini.Eh silap.Ahhh...pedulik la.
Kalau dah celaka,celaka jugak.Kalau dah nak mampus mampus jugak. BAB 1 untuk yang terakhir ni!
Sekian.


Wednesday, 15 May 2013

Nah!


Andai rekahan itu kau saji santap maka izinkan dirimu dipesona dosa.
Bukan hanya yang merangkul jiwa itu sedang mencumbu gagah nafsu.
Tapi dirimu yang mendungu laku meluluh rasa malu nurani.

Nah!




Adalah perasaan celaka 150513



Adalah kamu yang sudah asing
Adalah kamu yang begitu sukar
Adalah kamu yang semakin samar
Adalah kamu yang jauh menghilang.

Apakah kalau memang sudah ini pahit jelik takdir kita maka aku harus terima telan?
Begitu?


Tuesday, 14 May 2013

Kemana Lelaki-ku?



Malam ini sudah terlalu biasa
Sepi seperti biasa.
Hanya ada aksara-aksara luka.

Berteman angin malam yang berlalu
aku anyam kisah-kisah duka ini mnjadi
sebuah gumpalan pilu.
Dan
Berteman unggas yang berlagu sayu
bernada sumbang aku merayu.

Kemana kau lelakiku?

Yang akan mengucup halal dahi ini
Yang akan menyentuh halal tubuh ini
sebelum sempat didahului laki-laki selain darimu.

Kemana?


Shah Alam


*sambil diteman iring lagu permata untuk isteri..menitis air mata..celakanya!


Friday, 10 May 2013

Roman Picisan.


Suram malam.
Sunyi.

Hanya ada suara lunak merengek goncang
mengundang ghairah malam.

Bertempik teriaklah batin yang berpencak
dalam pundak yg mendesak-desak.

Kemarilah aduhai lelakiku.
Menarilah bersama nyanyian sukmaku.

Sentuhlah aku dengan nafasmu yang keras.
Matikan aku dalam dakapanmu yang cemas.

Carilah bahgianmu di ruang paling sunyi itu.
Sehinggalah aku meraung bernada erotis.

Biar nikmat kita hadap sesama.
Terlanjang dikamar kelam suasana.

Ahh,aku juga mau teroka.
Apakah dosa atau sorga?

Selayang,Kuala Lumpur.
08-05-2013

p/s:angkara tidak bisa tidur..maka aku hasilkan ini tepat pada pukul 3:00 pagi. 


Monday, 6 May 2013

KACIWA di #PRU13



Aku menyatakan rasa kekecewaan aku disini. Bersempena PRU13 ini meski aku tidak mengundi tapi aku tetap merasa kecewa. Kecewa dengan bangsa sendiri terutama rakyat di Sabah dan Sarawak. Sebagaimana yang kita semua harapakan akan ada perubahan untuk penduduk Borneo tapi majoriti masyarakat masih memberi kepercayaan dan menggangkat BN sebagai parti pimpinan mereka. Buktinya hampir kesemua kerusi di Sabah dimenangi BN, PR hanya kalah tipis. Sarawak pula majoriti yang menang kawasan pedalaman dan ketua menteri dia sendiri menyatakan bahawa ''masyarakat pedalaman Sarawak masih taat..'' .Barangkali PR yang menang di kawasan bandar masyarakat mereka yang sudah celik dan mulai sedar kalau mereka tidak harus duduk diam melihat hasil tanah mereka dirampas membabi buta dan merelakan hak mereka diperkotak katikkan.

Bukanlah bermaksud kita menolak BN kita mengangkat PR tapi apa yang kita perlu sebenarnya sistem kepimpinan yang adil. Kita juga mahukan sistem yang bersih, bukannya membudayakan kroni,rasuah,fitnah semata-mata. 55 tahun pemerintahan tapi apa yang kita dapat?Fitnah berleluasa, media contoh paling ampuh. Kita sudah disajikan saban tahun dengan media yang sangat denial dan tidak telus yang dimanipulasi oleh kerajaan. Apa yang rakyat mahu media seharusnya menyiarkan fakta kepada kita bukan those stupid news and bustard player pretending all over the years. Hey come on! Aku juga muak! Bukanlah kita minta sebuah kerajaan yang PERFECT tapi kita cuma mahu pimpinan yang bersih, adil dan telus yang boleh kita jadikan ikutan dan pembawakan generasi akan datang.

Kekalahan PR di Sabah dan Sarawak bukanlah pematah semangat kita. Kita jadikan pengajaran. Aku yakin anak muda mahukan perubahan di Sabah terutamanya, tapi kubu BN terlalu kuat untuk suara kecil sperti kita. Barangkali kita masih belum cukup tenaga untuk menentang habis-habisan, dan aku yakin seandainya kita terus berteguh pasak menjunjung kebenaran perubahan akan berlaku. Perjuangan belum berakhir makanya tenaga-tenaga muda ini harus bersatu. Mentaliti kita jangan masih dikotak yang sama. Tak mengapa kita bersabar untuk tempoh lima tahun ini, jika pimpinan kali ini masih membudayakan sitem pimpinan keji dan kotor kita BERKUASA!Rakyat adalah tuan!

Namun aku tetap bersedih. Perampok-perampok itu juga jadi pilihan. Sudah tiada kata yang mampu aku luah taipkan selain rasa kekecewaan ini. Tak mengapalah. Kita mohon yang baik-baik saja sama Tuhan, moga mereka teraju pimpin Negara ini dengan sebaik dan seadilnya. Amin.


p/s : ayat tunggang langgang!


Saturday, 4 May 2013

Pertama yang Pertama Kali


Malam itu malam yang ganjil dan janggal untuk gadis tipikal seperti dia. Maklum saja, itu pertama kali dia bersetuju untuk mengikut teman lelakinya itu. Perasaannya polos, otaknya kosong dan penglihatannya jernih. Dia tidak sama sekali merasa takut dan bersangka buruk kalau kalau  malam itu dia hilang satu-satunya mahkota paling berharga miliknya. Itu semua atas kehendak dan setelah dia bersetuju dengan ajakan teman lelakinya itu.

Langkahnya tidak sedikit gentar saat dia meluru masuk rumah kontrak milik teman lelakinya. Di perhatinya setiap inci rumah itu. Bersepah dan sedikit serabut. Tapi dia faham benar rumah laki-laki apatah lagi bujangan. Dia sudah biasa hidup bersama empat orang abangnya, jadi dia sedia maklum kehidupan laki-laki itu bagaimana seloknya. Rumah bersepah dan sarat dengan puntungan rokok itu bukan perkara baru dalam hidupnya, jadi dia tidak mendengus jijik sedikit pun.

Ahh,rokok dan laki-laki dia lagi kenal dahulu rokok sebelum dia mengenal kita wahai perempuan. Jadi perempuan itu harus realistik. Monolognya sendirian.

Teman lelakinya mengajak dia untuk naik ke bilik. Biar sedikit selesa. Dia menurut tanpa sepatah kata. Dalam hatinya ada yang sedang berbisik. Dia tahu ada yang ketiga antara mereka berdua. Dia tahu. Tapi, pada gadis tipikal seperti dia dia beranggapan bahawa itu semua atas tanggungjawab sendiri. Apa pun yang berlaku atas kehendak sendiri walau dia tahu dia sedang bermain lumpur dosa. Terpalit sedikit lumpur, kotornya merata dan mengembang. Dia tahu itu semua. Tapi tidak pula dia menidakkan.

Dibeleknya nota yang dibawa bersama sebagai persiapan presentasi esok hari. Malam itu dia sudah terlalu penat. Badan sayurnya itu lemah, tulang temulangnya sakit apa tidaknya seharian dia di kampus. Sehari saja ada tiga kelas yang harus dia hadiri. Dia mulai berbaring di sebelah teman lelakinya, merebahkan tubuh sambil nota digenggam. Teman lelakinya sedang asyik barangkali menonton movie. Filem Gandhi yang menceritakan kehidupan seorang peguam dan aktivis pejuang kemerdekaan pada zaman itu di India.

Malam mulai memekat. Angin seperti membelai tubuh dia seraya memujuk mengatup mata. Lampu harus dimatikan. Dia terlelap seketika. Cahaya dari laptop milik teman lelakinya juga sudah padam. Dia mengung sendiri. Apa pula selepas ini?Adegan apa?Apa watak yang harus dia mainkan?Antagonis?Protagonis memang jauh sekali. Hatinya mulai bergoncang. Desah nafas dan lirikan mata teman lelakinya itu seakan berbahasa sama tubuhnya. Dia terpanah. Malam itu dia menangkan saja hatinya.

Kucupan demi kucupan dia terima. Tidak cukup, dia membalas sedikit ghairah dengan kucupan yang berbekas. Dipeluknya erat tubuh teman lelakinya sambil dia berbisik ''satu hari nanti awak mesti tinggalkan saya kan?''. Entah kenapa ungkapan itu keluar dari bibirnya yang basah."Tidak ada sebab untuk sy tinggalkan awak." Balas teman lelakinya ringkas. Dia mulai merasakan kehangatan tubuh teman lelakinya itu. Baunya meresap jauh kedalam rongga milik dia. Dia membelai wajah sambil mengusap rambut teman lelakinya itu.

Dia mulai merasa asyik. Itu kali pertama dia membenarkan laki-laki menyentuh lebih dari sekadar menyentuh. Keasyikan yang pertama kalinya itu dia nikmati penuh nikmat. Malam itu mereka berdua bermesra apa adanya. Tidak ada pakaian yang terlucut dari tubuh demi menjaga dara yang masih pejal didalam. Penatnya seharian di kampus serta merta hilang angkara perasaan mendesak menarik diri untuk sebuah dakapan mesra.

Dia mulai merasa seperti ada yang menyanyanginya oleh sebab itu dia menangkan saja hatinya. Malam itu mereka berbaringan berdua sehinggalah pagi menginjak bumi. Dia cuma mampu mengukir senyum pagi itu dengan perasaan sedikit aneh. Dia sendiri tidak boleh hurai perasaan itu. Apakah dia perlu merasa rugi?Menyesal?Bahagia?Cinta?Arghhh, persetankan!!!


*******************************************************************************************************************************************

Bersambung...


Thursday, 2 May 2013

Andai ia bisa


Sedari dahulu aku gemar merejam kemarahan, kesedihan, kegembiraan dan apa-apa saja bentuk molekul perasaan dalam diri aku  kepada pantai. Aku luahkan semuanya disana. Kebiasaan aku akan kesana di waktu petang, paling enak duduk di atas batu menunggu senja. Biar bisa aku lirih semuanya sambil menikmati senja dilangit jingga.

Sesekali aku berteriak.
Sesekali aku duduk termangu sugul disitu.
Sesekali aku perhati anak-anak ketam berkejar ombak.

Bila terkenang beban yang bersarang di sudut hati, aku pesan pantas "Tuhan Maha Pengasih."
Aku cuma mahu lenyapkan seketika kegusaran hati makanya aku datang menghadap hamparan laut.

Ada masa aku perlu sendiri tanpa perlu aku cerita hebahkan masalah aku.
Dan andai saja bisa aku tuturkan semuanya, sudikah kalian?

Hanya pepasir pantai jugalah paling setia meneman tika sarat duka ini dan hanya deru ombak ini setia mengukir senyumku. Tidak untuk segerombolan manusia sperti kalian.

Aku tahu benar, kelibat picisan ini selayaknya bukan dihadapan mata rakus kalian.
Aku tahu benar. Makanya aku membawa diri. Sendiriku, hadapi saja.

Kerna aku yakin, doa orang-orang yang dizalimi itu dimakbulkan Tuhan dan aku yakin janji Tuhan disana nanti. Setiap isi perut kalian yang menjadi darah daging anak cucu kalian akan dipersoalkan.

Tuhan perhati, Tuhan memberi. Tapi Dia tidak pernah lupa perbuatan kalian.
Setiap doa dari manusia seperti aku, bakal diperhitungkan disana nanti meski bukan di dunia perhitungan-NYA.

Ibu,Ayah mengapa terlalu cepat pemergian kalian? Mengapa sisa-sisa kebahagian itu terlalu singkat untuk skedar ketawa? Mengapa perlu aku menelan segala pahit jelik takdir ini?

Wahai ombak, aku mohon kau huraikan simpulan kekusutan jiwa ini.
Dan kau sang angin, berhenti bisikkanku rasa yang mengundang titisan jernih tangis di pipi.
Pergilah duhai duka, pergilah. Pergilah bersama ombak yg menggulung hiba.

Hmmm.
Andai.





2.Mei.2013



Wednesday, 1 May 2013

Ku-Li?





Ironi hari pekerja, golongan borjois akan bercuti manakala golongan proletariat akan bekerja..ini semasa hari pekerja,bagaimana suasana cuti itu seharusnya dirai bersama.Tapi ya,yang dibawah harus melaksana tugas dn diatas tetap akan merasa nikmat. Bertabahlah.
Selamat hari buruh dan revolusi industri baru. #Mayday



Untuk-mu




Untukmu yang belum pasti,

Kususun bait dari aksara debunga
Tidak juga bisa meneduh rasa
Kucoret warna atas kanvas sutera
Belum juga bisa melarik cinta
Sudah aku nazamkanmu sebaris nada
Masih juga kau bersenandung duka.

Bagaimana?

Kucupmu
Dakapanmu
Bisikkanmu
Menggoncang hati menghujam dada;dalam.

Cintaku dalam namun jiwaku tidak serencam
Hidupku tenang namun hatiku gersang
Jalanku jauh namun langkahku rapuh
Hanya setelah semua menjadi bayang?

Andai susunan aksaraku jelik tidak kau minta
Kanvas suteraku tidak kau terima
Setelah sebaris nadaku tak kau endah
Aku pasrah.
Walau hanya sekeping wajah milikmu
terukir di rona hati ini.

Kerna di setiap pertemuan telah aku 
rela siapkan sebuah perpisahan.


K.L-Shah Alam