Tuesday, 28 May 2013

laki-laki dan sa-sa-orang


Sambil membaca buku sayap-sayap patah dari Kahlil Gibran (petang tadi) lagu She's Gone menusuk lembut masuk terus ke rongga-rongga jiwa. saraf-sarafku mencucuk kesakitan lantas mencicip rasa-rasa celaka.Hmmm...keliru sendiri.Sebenarnya bukan rasa-rasa celaka 'aku' tapi seorang laki-laki.

Sefa.

Laki-laki yang aku kenal saat pertama jumpa ketika event puisi suatu petang di sini sekitar Shah Alam. Ketika itu dia sedang duduk tidak jauh dari tempat aku melabuhkan punggungku. Sebaris. Usai menghayati dengar puisi2 yang lain di ucap sajakkan, dia ke hadapan. Terkesima aku memandang dia saat itu. Alis wajahnya tak tumpah dengan laki-laki pertama yang hadir dalam hidup aku. Sayu. Berkulit putih,berkaca mata, bermata sedikit kuyu dan serendah kira-kira 170.Dia tampil ke hadapan untuk 'performance art'. Lenggok tubuhnya,mimik mukanya dan jiwa yang dia letakkan semasa persembahannya. Aku cuma perhati diam. Usai performance art dia, sempat aku bertanyakan ''sedang ambil course apa'' dan perbualan kami terhenti setakat soalan yang aku ajukan.

Event seterusnya. Dia ada. Kali ini sedikit ekstrem psembahannya. Dia mengisahkan kisah-kisah cintanya bukan sahaja melalui puisi yang dia hasil cipta dalam zine sa-sa-orang tapi dia melakon tayang kisah cintanya.Aku faham benar isi hati dia ketika itu.Dari riak wajah itu,mata yang mengundang tittisan jernih itu aku faham benar. Betapa dia terhimpit sesak dengan perasaan kecewanya. Aku hayati dia. Jiwanya. Sebelum aklu pulang, aku sempat bertanyakan dia. ''Kenapa kamu tak letakkan saja 'ego' dalam performance kamu tadi?Bukankah laki-laki ini punya ego meninggi?Kenapa perlu kamu menangis sendirian begitu?'' agak beremosi juga persoalan aku tu. Jawapannya mudah. ''Mungkin kerana masa saya bercinta saya sangat lembut.'' Aku cuma diam. Perbualan diteruskan dengan soalan2 tipikal dan dia menjawab rasional. Sefa! Hmm.

Selepas daripada event tersebut, aktiviti rancak di halaman sosial pula.Twitter. Tempat aku mencarut kisah hidup yang tak sudah. Merabak jiwa dengan puisi2 hambar. Aku follow twitter dia. Setiap tweet dia dalam sehari tak lepas kalau tidak dia kenang cintanya itu. Kadang sedih. Pilu. Lucu. Serius. Hambar. Semuanya.

Dan. Aku sengaja narasikan ini di setiap tweet aku. Aku tahu dia baca. Tapi senyap. Favourite tweet. bermakna dia baca stiap apa yang aku updatekan. Maaf sefa.


Lelaki.Seribu wanita bisa dia tiduri namun sulit untuk dia temukan cinta yang tepat pada jiwanya,sama sperti yang pertama.Dia boleh saja miliki kau perempuan, tapi sulit untuk dia terima kewujudan kau dalam hati dia dengan mudah menggantikan yg pertama.Meski pun dia tahu yang pertama itu sudah beralih paksi.Namun secebis harapan itu masih ada.Dan untuk setiap harapan itu makanya dia sanggup menunggu.Kenapa kalau seribu tahun harus dia tunggu.Hmmm..hiduplah lelaki dalam teka teki.Hiduplah.

Moga kau terus bertabah Sefa.
Dan laki-laki yang jiwanya juga dekat dengan aku.

Saat malam mendatang, pandangilah kerdipan bintang
rasakanlah belaian kasih sayang dari Tuhanmu.


No comments:

Post a Comment