Friday, 22 February 2013

Antologi Rasa



Hadir kau membawa pelangi
dan kelibatmu membawa sinar.
Menusuk terus ke kausa jiwaku yang kelam.
Jiwa yang terbungkam sepi sendiri.

Malam itu,
Bulan malu-malu menampakkan wajahnya.
Sembunyi dibalik awan.
Dan kita malu-malu menyatakan hasrat.
Barangkali kenal sesingkat cuma.
Sehari,dua sudah berani bilang cinta.
Walau tidak pada sebuah janji.

Namun disudut hati aku mengata 'ya'
Pada jiwa yang aku berani curi
Biar jasad belum bertemu jasad
Biar mata itu belum ku tentang
Aku cuba selingsing kerumitan
Untuk ku curah kasih saat pertama terima.

Kita cuba ambil cakna antara kita
Memecah dinding asing 
dan membenar rasa masuk perlahan.
Maka dengan ini kita usir sepi rohani.
Kau dan aku cuba.

Malam ini,
Aku simpul rasa itu disini
dan setiapnya aku bingung.
Atau apa perlu aku 
menzahirkan segala rasa?

Saat aku tulis ini aku benar-benar 
melepas sunyi sendiri.
Percayalah ini benar rasa.
Aku sedia melepas ruang kelam 
dirona hati aku yang terperuk 
terbuang tak bernyawa.

Biar jiwa kita saling bicara
tentang makna, tentang cinta
dan kepingan-kepingan dari setiapnya.

Maka izinkanlah cinta ini berlabuh 
di sudut hatimu yang kontang.
Izinkan ia bermukim selama ia bisa.
Akan aku cuba bertahan tentangan 
meneguh pasak di dasar hatimu.







shah alam
22.03.2013
12:00









No comments:

Post a Comment