Friday, 17 May 2013

Ini perasaan paling dalam



Kehadapan Mei.

Bermacam perihal yang berlaku atas kehendak-Nya. Aku terpaksa menerima pahit takdir ini biarpun kecewa dengan ketentuan. Puas aku membujuk hati bahwa disisi insan ada Tuhan. Tetap tidak bisa mengembali wujud insan yang aku sayang. Semuanya sudah tertulis. Begitu payah pasrah terima.

Semenjak pemergian Bunda, akal waras ini hilang kewajaran.
Jasad mengering mati kelaparan.
Saat itu aku merasakan langkah ini kian kaku.
Arteri-arteri yang meluru ke jantung seakan terputus.
Dan tiada lagi bahasa yang mampu aku fahami.

Gerimis mulai turun kesedihan.
Tanda hubungan dunia sudah terputus.
Aku  kesepian kesendirian.
Hanya alunan mersik suara alam
pengubat hati yang berkecamuk.

Dan menjejak dewasa ini
Figurmu bunda sudah bermukim lama di lubuk hati
Kekal ia disitu meski takdir menyatakan bunda sudah pergi.
Kekosongan,kesuraman dan kekusutan ini
mengajar aku bahwa hidup ini hanya bukan ada bahgia.

Doaku bunda tidak pernah putus.
Inshaa Allah.






No comments:

Post a Comment