Sunday, 19 May 2013

Puisi Dua Pagi



Di angka dua ini,
teringat sang pria menarik pimpin lembut sang aku.
Saat sosok-sosok milik kami
disembur jijik air racun water cannon.
Dan saat kesatria berbaju biru
menembak gagah gas pemedih mata.

Siapa dia sang pria?

p/s : ini aku narasikan buat sang pria yang aku nda kenal langsung kelibatnya masa BERSIH3. Berketinggian 175 barangkali dan berkulit putih..hanya matanya sempatku tatap.Lupa kirim pesan, terima kasih.




No comments:

Post a Comment